Bupati Banyumas  Menyampaikan Simbolis Dana Bantuan CSR dari BPD Jateng

Bupati Banyumas Menyampaikan Simbolis Dana Bantuan CSR dari BPD Jateng Ke Kelompok Tani Suka Maju Desa Kalibagor

 

Kalibagor, Bupati Banyumas  Ir. Ahmad Husein telah menyerahkan simbolis bantuan CSR Dari BPD Jateng kepada Ketua Kelompok Tani Sukamaju yaitu Bapak Sudarmo pada hari Selasa tanggal 11 Juni 2013 di Komplek Embung Mini Desa Kalibagor.  Dana CSR tersebut  sebesar Rp. 1,1 milyar yang  akan digunakan untuk Pengadaan bibit kelengkeng  dan pengelolaannya.

Penanaman Simbolis di Area Embung Mini

Kepala Desa Kalibagor Tjiptadi sedang memandu Penanaman Buah Srikaya di Area Embung Mini

Bapak Camat Kalibagor sedang menanam buah Kelengkeng

Bapak Camat Kalibagor sedang menanam buah Kelengkeng

Dalam sambutannya Bupati Banyumas menyampaikan “Dana CSR ini harus benar-benar digunakan sesuai Program kelompok Tani Suka Maju yaitu untuk pembibitan Buah Kelengkeng. Diharapkan Desa Kalibagor ini bisa menjadi Centra Agrowisata buah Kelengkeng. Pembangunan di Desa Kalibagor akan lebih maju apalagi kalau disepanjang Jalan Raya di Desa Kalibagor dijadikan Kios-kios buah Kelengkeng hasil dari Petani Desa Kalibagor sendiri”.

Setelah Sambutan Bapak Bupati langsung secara simbolis Penanaman Pohon Kelengkeng, Sirkaya Manila dan Durian di sekitar Embung Mini. Ada 12 pohon yang secara simbolis ditanam oleh Pimpinan dari BPD Jateng, Kepala Dinas terkait, Camat, dan Kepala Desa.

DSC03554

DSC03559

Embung Mini yang sudah dibangun seluas 1 hektar sampai sekarang volume air sudah penuh dan mampu untuk mengaliri Kebun kelengkeng  seluas 20 hektar disekitarnya. Untuk lahan yang digunakan embung mini adalah tanah dari Pemkab Banyumas yang tadinya digunakan untuk Pertanian SMKN 1 Kalibagor.

Petani buah kelengkeng sejumlah 100 orang  juga sekaligus yang mempunyai lahan pertanian  tersebut. Lahan  yang akan digunakan untuk kebun kelengkeng seluas 20 hektar yang semua itu milik masyarakat selaku anggota kelompok tani Suka Maju. Untuk Pengelolaan Lahan yang akan bekerja sama dengan Yayasan Obor Tani Semarang selama 3 tahun. Setelah 3 tahun diserahkan kembali kepada petani pemilik lahan.  (Manto/11-06-2013)