Egrang merupakan permainan tradisional yang terbuat dari dua batang bambu yang dibuat sedemikian rupa, sehingga dapat digunakan sebagai tumpuan kedua kaki kita. Cara memainkannya yaitu dengan menaiki tumpuan batang bambu tersebut, butuh keseimbangan agar kita bisa naik dan berjalan diatas batang bambu tadi.

Pada jaman sekarang sepertinya jarang menjumpai anak yang bermain egrang. Mereka lebih menyukai gadget seperti game online, menggunakan media sosial ataupun sekedar menonton tv dirumah. Permainan egrang hampir punah seiring berjalannya zaman dan canggihnya teknologi.

Padahal terdapat nilai-nilai yang terkandung didalam permainan egrang selain sebagai warisan kebudayaan nenek moyang. Jika ditelusuri lebih dalam permainaan egrang mempunyai manfaat yaitu untuk meningkatkan kerja keras dan kesabaran. Karena untuk memainkan egrang itu butuh kerja keras yaitu menjaga keseimbangan diatas tumpuan bambu. Selain itu jika kita sudah bisa berdiri dan berjalan diatasnya juga membutuhkan kesabaran dalam menjaga keseimbangan, ketika tiba-tiba keseimbangan mulai hilang dan kita akan jatuh.

Kegiatan festival egrang yang diselenggarakan di Desa Kalibagor merupakan kegiatan yang pertama kali, meskipun sebelumnya pernah mengadakan lomba balapan egrang. Saya sangat mengapresiasi kegiatan yang telah diselenggarakan karena melalui kegiatan tersebut dapat meninjau kembali kebudayaan kita telah luntur.

Kegiatan tersebut memperkenalkan kepada anak-anak jaman sekarang yang mungkin sudah jarang ditemukan. Sehingga mereka tidak terkungkung dengan permainan gadget yang cenderung menimbulkan sifat individualis. Antusias masyarakat di Desa Kalibagor pun sangat baik dibuktikan dengan peserta yang mengikuti festival terdiri dari 54 regu dan penontonnya pun tidak hanya kalangan anak-anak tetapi sampai orang tua.

Saya berharap kegiatan festival egrangĀ  dapat terlaksana ditahun-tahun berikutnya demi menjaga kelestarian kebudayaan kita. Siapakah yang akan menjaga kebudayaan kita jika bukan diri kita sendiri?? Oleh karena itu, sebagai generasi penerus bangsa kita berusaha agar warisan kebudayaan dapat dinikmati sampai anak cucu kita. Mari cintai dan lestarikan budaya Indonesia.

Penulis : DWI YUNIASIH SAPUTRI
Alamat : RT 07 RW 03 Desa Kalibagor Kecamatan Kalibagor
Mahasiswi Pasca Sarjana UNS Solo