IMG_20160113_130736

Dari Kiri Drs. Sudarso Camat Kalibagor, Tjiptadi Kepala Desa Kalibagor dan Indra Pimpro dari yayasan Obor Tani Semarang, menunjukkan Kelengkeng yang siap di Panen. Panen Perdana yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 16 Januari 2016.

Kelengkeng Itoh yang berada di Desa Kalibagor Kecamatan Kalibagor sudah memasuki umur kurang lebih tiga tahun. Karyawan Pemelihaan Tanaman (Kapetan) Desa Kalibagor mengelola kebun kelengkeng jenis Itoh yang didampingi dari Yayasan Obor Tani, kini sudah menuai hasil kinerjanya, selama kurang lebih tiga tahun.

Kelengkeng jenis Itoh ini akan menjadi unggulan buah kelengkeng yang ada di Desa Kalibagor sekaligus sebagai icon desa Kalibagor. Kelengkeng itoh yang berjumlah 3500 pohon kini sudah mulai dibuahkan sebanyak 300 pohon, dan berhasil berbuah sekitar 175 pohon.

Pemerintah Desa Kalibagor bekerjasama dengan yayasan Obor Tani Semarang mengadakan panen perdana, sekaligus simbolis panen untuk menunjukkan kepada publik. Dalam kegiatan panen perdana kelengkeng itoh ini, dihadiri oleh Bappeda Kabupaten Banyumas, Muspika Kecamatan Kalibagor, Yayasan Obor Tani Semarang, Kapetan, Kepala desa beserta Perangkat, Komunitas Gerakan Desa Membangun dan Tokoh Masyarakat Desa Kalibagor.

Panen perdana Kelengkeng Itoh dilaksanakan pada hari Sabtu (16/01/2016) lokasi di pusatkan salah satu perkebunan milik Suradi (43) yang mempunyai pohon kelengkeng sekitar tiga puluh pohon kelengkeng jenis itoh. Lahan kebun kelengkeng yang sudah tertanam sebanyak 3500 pohon, dengan luas lahan tujuh belas hektar, petaninya berjumlah seratus anggota.

Kepala Desa Kalibagor Tjiptadi (65) menyampaikan “Panen perdana merupakan simbolis, untuk menunjukkan bahwa kelengkeng bisa tumbuh dan berbuah. Ini sebagai bukti jawaban kepada para masyarakat dan petani, bahwa kelengkeng di desa Kalibagor bisa berbuah. Kedepan kelengkeng ini akan lebih dikembangkan, sehingga kedepan akan menjadi icon Desa Kalibagor bahkan kabupaten Banyumas.

“Panen kelengkeng perdana kali ini sebanyak seratus tujuh puluh lima pohon, yang terbagi diberbagai lahan milik petani. Tiap pohon bisa mengeluarkan buah sebanyak sembilan sampai sepuluh kilogram. Semoga kedepan akan bisa meningkatkan perekonomian para petani”. Kelengkeng ini sekaligus merubah tanah yang tadinya kurang produktif menjadi produktif dan semoga bisa mensejahterakan masyarakat”. Jelasnya.

Camat Kalibagor Sudarso (65) “semoga panen perdana ini merupakan salah satu keberhasilan para petani kalibagor. Walaupun ini masih dalam pendampingan dari Yayasan Obor Tani Semarang. Kedepan semoga para petani benar-benar mengelola tanamannya dengan baik, jadi tidak mengandalkan dari Kapektan saja. Jika setelah tanaman ini diserahkan ke petani pemilik lahan, diharapkan dari Yayasan Obor Tani untuk tetap ikut memberikan pendampingan dan tetap ikut berperan serta dalam mengelola kebun kelengkeng kalibagor”.

“Kelengkeng jenis itoh ini sudah ditanam sejak januari 2014, hingga sekarang kita sudah mendampingi untuk kegiatan mulai dari pemancangan sampai ke perawatan tanaman kelengkeng. Buah kelengkeng sekarang ini hasil uji coba sebanyak tiga ratus pohon. Yang bisa berbuah dari 300 hanya 175 pohon, dikarenakan banyak yang dimakan kelelawar dan bunganya rontok” disampaikan Indra Pimpro Yayasan Obor Tani Semarang.

“Kedepan kita akan membuahkan lebih banyak pohon kelengkeng, karena kita sudah melihat hasilnya seperti sekarang ini. Buah Kelengkeng kedepan akan lebih banyak lagi yang dibuahkan. Sehingga untuk panen rayanya kita buat di tahun dua ribu tujuh belas, lokasinya kita buat di area Embung Mini”. Ujarnya.

Dukungan dana Sentra Pemberdayaan Tani (SPT) Buah Kelengkeng ini berasal dari CSR BPD Jateng sebesar 1,1 milyar digunakan untuk pengadaan bibit kelengkeng, penanaman sampai perawatan. Bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebesar 500 juta dari Pemerintah Kabupaten Banyumas 100 juta untuk pembangunan Embung Mini yang berfungsi untuk penyiraman kebun kelengkeng seluas 17 hektar sejumlah 3500 pohon kelengkeng.