Kalibagor.desa.id – Pemerintah Desa Kalibagor Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas menyelenggarakan Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) dalam rangka Penetapan Hasil Pendataan SDGs (Sustainable Developmen Goals) desa Tahun  2021. Musdesus tersebut dilaksanakan di Pendopo Balai Desa Kalibagor, pada Rabu (09/06/2021).

Hadir dalam musyawarah tersebut Kepala Desa beserta perangkat desa, Ketua BPD beserta anggota, Babinsa Koramil Kalibagor, Bhabinkamtibmas Polsek Kalibagor, Tim Fasilitator Kecamatan Kalibagor, Pendamping Lokal Desa, Ketua LPMD dan  ketua RT, RW beserta tim Pokja (kelompok Kerja) pemutakhiran data SDGs Desa Kalibagor.

Turyanto tim fasilitasi Kecamatan Kalibagor menyampaikan dalam sambutannya, “terima kasih kepada Pemerintah Desa Kalibagor dan seluruh elemen masyarakat yang telah ikut mendukung pendataan SDGs Desa di Desa Kalibagor, sehingga bisa berjalan dengan lancar. Terima kasih kepada tim kelompo kerja (pokja) yang telah bekerja keras dari awal kegiatan sampai dengan penetapan hasil pendataan SDGs Desa ini bisa berjalan dengan baik”.

“Adanya pendataan SDGs Desa bertujuan untuk membuat perencanaan pembangunan atau pengembangan yang berkelanjutan”. Menurutnya, Pelaksanaan Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) telah berjalan dan sesuai dengan pedoman umum penetapan hasil pemutakhiran data desa tahun 2021”. Jelasnya.

Slamet Riyanto menyampaikan dalam sambutannya “mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh tim Kelompok Kerja Pendataan SDGs Desa Kalibagor tahun 2021 yang telah selesai tepat waktu dalam proses pendataan kuisionernya sejak awal mei 2021 sampai dengan akhir mei 2021, sehinga bisa mendapatkan angka hasil pemutakhiran  atau pendataan SDGs desa ini secara riil di lapangan”.

“setelah pendataan SDGs desa ini ditetapkan akan ditindaklanjuti dengan pemutakhiran data selama enam bulan kedepan dengan cara tiap petugasdi wilayah RT untuk melaporkan perkembangan penduduk di masing-masing RT sesuai dengan kuisioner yang sudah ditentukan”. Ungkapnya.

Musyawarah Desa Khusus (musdesus) dipimpin langung oleh ketua BPD Kalibagor Sutarno dengan menyampaikan hasil laporan dari ketua Kelompok Kerja (pokja) supaya disetujui dan disepakati hasil pendataan SDGs desa yang sudah dilaksanakan.

Sutarno ketua BPD Kalibagor menyampaikan hasil Laporan dari ketua Pokja diantaranya hasil kegiatanPokja mulai dari sosialisasi sampai dengan Musdes penetapan hasil pendataannya.

Laporan Hasil Pendataan SDGs Desa susun berdasarkan tahapan kegiatan sebagai berikut :

  1. Sosialisasi SDGs Desa;
  2. Rapat awal persiapan pendataan SDGs Desa dan Pembentukan Pokja Pendataan dan Pemutakhiran Data Desa Tahun 2021 melalui Keputusan Kepala Desa;
  3. Pembekalan Pokja Pendataan dan Pemutakhiran Data Desa Tahun 2021;
  4. Registrasi Pokja terdiri atas Admin Desa dan Enumerator;
  5. Pelaksanaan Pendataan SDGs Desa; dan
  6. Musyawarah Desa Penetapan Hasil Pendataan SDGs Desa.

Hasil pelaksanaan Pendataan SDGs Desa yang di laporkan terdiri dari Survey Desa, Survey Rumah Tangga, Survey Keluarga dan Survey Individu dengan Uraian sebagai berikut :

1. Survey Desa

Survey Desa yang telah diselesaikan terdiri dari data lokasi, pemerintahan desa, musyawarah desa, regulasi, APBDes, asset desa, layanan, kerjasama, lembaga kemasyarakatan desa, BUMDes, unit usaha BUMDes, infrastuktur dan lainnya.

2. Survey Rukun Tetangga (RT)

Jumlah RT yang telah didata sebanyak 57 (lima puluh tujuh) RT dan RW sebanyak 7 (tujuh) RW, serta data Deskripsi Lokasi, Pengurus RT/RW, Lembaga Ekonomi, Industri, Sarana Ekonomi, Fasilitas Ekonomi, Infrastruktur, Lingkungan, Bencana, Mitigasi Bencana, Sarana Pendidikan, Kesehatan, Kejadian Luar Biasa, Agama/Sosbud, Lembaga Keagamaan, Lembaga Kemasyarakatan, Keamanan, Tindak Kejahatan dan Kegiatan Warga.

3. Survey Keluarga

Jumlah Keluarga yang telah didata sebanyak 2728 (dua ribu tujuh ratus dua puluh delapan) KK, serta data Diskripsi Lokasi, Akses Pendidikan, Akses Kesehatan, Akses Tenaga Kesehatan, Akses Sarana Prasarana, dan lain-lain.

4. Survey Individu

Jumlah individu yang telah didata sebanyak 8333 (delapan ribu tiga ratus tiga puluh tiga) jiwa, serta data Individu, Pekerjaan, Penghasilan, Kesehatan, Disabilitas dan Pendidikan yang dilakukan dengan metode by Name by Address.