dsc09158
Sutarko Pengrajin payung Kalibagor Sedang Mempersiapkan Payung untuk Festival Payung Indonesia di Solo 23-25 September 2016

Kalibagor,  Produk kerajinan payung kertas khas Desa Kalibagor, Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, bakal mengikuti Festival Payung Indonesia di Taman Balekambang Solo pada 23-25 September 2016.

Payung Kalibagor akan mengikuti Festival Payung Indonesia di Solo merupakan yang ke 2 (dua) kalinya. Di Festival Payung Indonesia Pengrajin payung Kalibagor akan bergabung dengan para pengrajin payung tradisional yang ada di Indonesia maupun mancanegara.

Manto koordinator Kontingen Payung Kalibagor menyampaikan: “Seperti tahun 2015 Payung kalibagor juga ikut berpartisipasi dengan memamerkan kreasi payung kalibagor dengan berbagai macam kreasi. Di stand Kalibagor banyak pengunjung yang memberika apresisai terhadap payung kalibagor yang masih ada produk payung benar-benar tradisional”.

Di stand Payung Kalibagor di Festival tahun 2015, selain pengunjung menanyakan tentang payung kalibagor juga banyak yang meminjam payung untuk berfoto-foto. Bahkan bukan anak-anak remaja anak-anak kecil dan orang tuapun ikut juga berfoto-foto atau selfi. Dan kami berharap untuk tahun ini stand payung Kalibagor kita akan coba buat lebih menarik lagi dengan kreasi payungnya. Dan akan kami buatkan payung khusus untuk foto-foto pengunjung sekaligus untuk membawa payung kalibagor lebih di kenal Baik di tingkat Lokal, Nasional bahkan Internasional” jelasnya.

Kepala Desa Kalibagor Tjiptadi menyampaikan “Payung Kalibagor akan ikut lagi di festival Payung Indonesia di Solo, berharap untuk tahun ini Kalibagor lebih meriah dalam ikut berpartisipasi Festival dengan tahun lalu. Selama ini, payung kertas sudah menjadi salah satu ikon produk kerajinan warga Desa Kalibagor, Kecamatan Kalibagor,” .

Menurut dia, kerajinan payung kertas Kalibagor pernah mengalami kejayaan pada era 1970-an dimana produk tersebut dapat ditemui di hampir seluruh wilayah Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, dan Bali. Oleh karena serbuan payung impor dan pabrikan yang berbahan parasut dengan kerangka besi, sehingga produksi payung kertas Kalibagor menjadi turun.

“Sementara sekarang untuk pengrajin payung masih belum bertambah, walaupun sudah di kenal lebih luas, hanya saja yang pesan dan membeli payung sudah lumayan banyak. Apalagi dijaman ini sudah eranya online. Jadi sudah banyak yang beli dengan secara online”. lanjutnya.

Heru Mataya Panitia Festival Payung Indonesia menyampaikan “Untuk tahun ini Peserta Kalibagor di ajang Festival Payung Indonesia yang akan dilaksanakan tanggal 23-25 September ini kami harapkan lebih meriah. Di Festival kali ini kami harapkan  Kalibagor selain menampilkan produk payungnya juga untuk bisa menampilkan foto-foto atau profil Desa Kalibagor yang nantinya  bisa di pajang di Stand. Sehingga Kalibagor bisa lebih dikenal bukan hanya potensi kerajianan Payungnya tetapi Potensi Kalibagor yang lain juga akan dikenal oleh masyarakat luas”.

Salah satu pengrajin payug Kalibagor Sutarko yang akan ikut di Festival Payung merasa senang dengan adanya Festival Payung Indonesia, sehingga produknya bisa dikenal dan pemesanan juga bertambah banyak, apalagi  dengan menggunakan media online baik di media sosial maupun website desa kalibagor yang mengenalkan Kerajinan Payung di Kalibagor.

Peserta Festival Payung Kalibagor akan membawa pengrajin payungnya yaitu Sutarko pemuda Kalibagor yang ulet dalam membidangi kerajinan payungnya. Tahun ini Kalibagor juga akan berpartisipasi di ajang Festival Payung Indonesia mengusung tema “Payung Kertas Gunungsari kalibagor”. Peserta Kalibagor yang rencananya ada 10 (sepuluh) peserta nantinya akan dibagi untuk berbagai kegiatan di ajang Festival Solo diantaranya, di Stand, pemandu pengunjung, Whorkshop juga tukar pengalaman dengan pengrajin payung lain.