Pengrajin Payung Kertas sedang mengerjakan payung pesanan untuk Exstravagansa Banyumas 2015

Pengrajin Payung Kertas sedang mengerjakan payung pesanan untuk Exstravagansa
Banyumas 2015

Dalam rangka Hari jadi Kabupaten Banyumas yang ke-433 menggelar berbagai macam kegiatan, salah satunya adalah Exstravagansa Banyumas 2015. Untuk tahun 2015 kegiatan exstravagansa mengambil tema “Payung Kertas Kalibagoran Dalam Balutan Batik Banyumasan”. Tema ini bertujuan untuk mengangkat potensi kerajinan payung yang ada di Desa Kalibagor, Kecamatan Kalibagor.

Tjiptadi Kepala Desa Kalibagor membenarkan “kegiatan Exstravagansa Banyumas 2015, Kalibagor menjadi Icon hari jadi Kabupaten Banyumas, dengan adanya sentra kerajinan payung kertas. Dengan kegiatan ini sekaligus untuk mengangkat potensi yang ada di Desa Kalibagor, adanya pengrajin Payung Kertas Kalibagor, yang sudah turun temurun”.

“Untuk partisipasi kami dari Desa Kalibagor membuat payung raksasa yang berukuran dengan diameter 4 meter dan tinggi 2,5 meter yang dibawa oleh empat orang. Masuk dalam kontingen kecmatan Kalibagor yang pesertanya mencapai 260 orang personil ikut dalam barisan Exstravagansa. Kontingen Kalibagor dibagi berbagai bidang dengan membawakan seni budaya Gunungsari Kalibagoran dengan pemeran para pemuda di wilayah Kecamatan Kalibagor” ujarnya

Kontingen Kecamatan Kalibagor dengan membawa seni budaya Gunungsari Kalibagoran. Penampilan dengan membawakan Legenda gunung sari Kalibagoran. Dikung oleh tim Jurnalis Desa di Kecamatan Kalibagor untuk mengagendakan momen kegiatan tersebut.

Sinopsis “Gunung Sari Kalibagoran”
Ungkapan winasis “ana bethik mangan manggar” artinya ada ikan betik makan bunga kelapa, hal ini sebagai pertanda banjir setinggi pohon kelapa.
Tanggal 21 Februari sampai dengan 23 Februari 1816 pada masa Bupati Cakra negara, Banyumas terjadi banjir besar, penyelamatan Bupati Cakra Negara oleh Dewa Kusuma sebagai putra sokaraja adalah cikal bakal Kalibagor yaitu dengan dihadiahkannya perdikan tunggangan (bumi perkemahan kendalisada Kalibagor) atas jasanya.

Keindahan alam pedikan tunggangn menyebabkan istri Dewa Kusuma yaitu Nyi Sekar Gadung mendirikan padepokan seni, atas kepiawainnya dan terinspirasi penari bernama Sari dari daerah gunung, maka terciptalah lagu gunungsari kalibagoran yang biasa digunakan sebagai tari dan lagu penjemputan kedatangan pangageng (pejabat). (legenda gunung sari kalibagor”