Kalibagor, Payung Ketas Kalibagor sudah berjalan cukup lama bahkan sudah dikenal oleh masyarakat luas, industri rumahan ini ternyata sekarang sudah berkembang pesat. Banyak warga yang sekarang sudah menggeluti pembuatan kerajinan tangan payung dari kertas semen. Ada 6 Kepala Keluarga yang sampai sekarang masih bertahan menggeluti dibidang industri payung kertas.

Surato pengrajin payung kertas mengatakan “membuat payung kertas ini sudah cukup lama karena meneruskan dari orang tua sampai sekarang. Kami pernah mendapat pesanan payung kertas untuk dikirim ke Korea. Juga pesanan pesanan dari wilayah Banyumas, Purbalingga dan cilacap.”

Kami membuat kerajinan payung kertas ada dua macam, yakni payung jenis prah dan menuran. Payung menuran sering digunakan sebagai peneduh bagi orang meninggal saat diantar ke makam. Sedang payung prah dipakai untuk nisan di kuburan. Ada juga payung kertas digunakan untuk Tari, Aksesoris bahkan kemaren digunakan untuk kegiatan Exstravagansa Banyumas” ujarnya

Dari sebelum adanya Extravaganza Banyumas kemarin ada 6 kepala keluarga yang menggeluti bisnis pembuatan kerajinan tangan payung kertas ini, sekarang menjadi sekitar 9 kepala keluarga yang menggeluti kerajinan tangan payung kertas.

Ditambah lagi setelah adanya Extravaganza Banyumas kemarin bahkan digunakan untuk temanya. “Payung Ketas Kalibagor dalam Lambaian Batik Banyumasan” tema Exstravagansa 2015. Pada kegiatan Exstravagansa Banyumas seluruh pesertanya diwajibkan untuk membeli payung kertas Kalibagor.
Yang pada akhirnya Pemerintah Kabupaten Banyumas telah mengesahkan, bahwa kerajinan payung kertas ini diklaim sebagai salah satu kerajinan asli dari Desa Kalibagor. Diharapkan kerajian payung kertas ini dapat berkembang, dikenal dan diminati oleh masyarakat luas sebagai salah satu Potensi dan komoditi khas Desa Kalibagor.