Kalibagor saat ini sedang merencanakan pengembangan obyek wisata embung, khususnya dalam hal produksi buah kelengkeng sebagai ikon desa Kalibagor.

Embung merupakan tempat penampungan air hujan. Ketika dibutuhkan, airnya akan dialirkan ke area perkebunan kelengkeng. Embung mini tersebut mendapat bantuan dari pemerintah Provinsi jawa Tengah sebesar Rp 500 juta dan dari pemerintah Kabupaten Banyumas sebesar Rp 100 juta. Selain itu, program Sentra Pemberdayaan Tani mendapat dukungan dari program Corporate Social Responsibility (CSR) bank Jateng sebesar Rp 1 milyar.

Luas perkebunan kelengkeng sekitar 17 ha. Ada 3.500 pohon buah kelengkeng di lahan tersebut. Untuk embung mini sendiri berukuran lebar 40 m dan panjang 90 m dengan kedalaman 2 m,”ujar Riswoto

Untuk kelompok perkebunan kelengkeng sendiri saat ini ada 30 anggota kelompok tani desa Kelibagor. Mereka sudah diikutkan pendidikan dan pelatihan di Semarang untuk belajar mengelola tanaman kelengkeng. Jenis buah kelengkeng yang ditanam merupkan jenis kelengkeng itoh. Memiliki jenis buah kelengkeng yang bagus karena kulit tipis, buahnya berisi tebal dan bijinya kecil.

Riswoto mengatakan, “Nantinya jika sudah di buka, objek wisata embung akan dijadikan sebagai taman edukasi untuk para pengunjung. Taman edukasi ini tentang pembelajaran cara menanan tanaman, buah-buahan, mencangkok, stek tumbuhan dan masih banyak pembelajaran lainnya”

Harapannya, di dalam obyek wisata para pengunjung akan dikenalkan potensi desa lainnya yang berada di desa Kalibagor seperti, kerajinan payung, stik esk krim, stik nugget, stiik jelly atau agar, stik drumb band, tongkat pramuka, papan karambol, tusuk sate/sujen dan taman mini Kalibagor.