Petugas sedang mencatat jumlah kubik air di salah satu rumah warga

Petugas sedang mencatat jumlah kubik air di salah satu rumah warga

Kalibagor, Diwilayah desa Kalibagor bagian selatan merupakan daerah dataran tinggi, sehingga masyarakat apabila dimusim kemarau sangat kesulitan air, walaupun ada sumur juga sangat dalam. Diwilayah Grumbul Asinan ada 3 RT, rata-rata jumlah Kepala Keluarga (KK) 60-70.

“Desa Kalibagor khususnya diwilayah bagian selatan kalau musim kemarau krisis air bersih, sehingga masyarakat sangat kekurangan dengan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Seperti halnya di daerah grumbul Watu Gede, Asinan ini dikarenakan daerah dataran tinggi. Air PDAM sudah ada jaringan tetapi airnya sangat minim mengalirnya, bahkan terkadang hanya malam hari baru bisa keluar airnya. Disampaikan oleh Wabichun Ketua RT 06 RW 03 Desa Kalibagor.

“Kami selaku tokoh masyarakat di RT 06 RW 03 Grumbul Asinan sudah berulang kali mengajukan permohonan jaringan PDAM ke PDAM purwokerto sampai sekarang tidak ada respon sedikitpun, dan kami sudah mencoba semaksimal mungkin untuk bisa mendapatkan jaringan PDAM untuk diwilayah kami, padahal waktu itu ada sekitar 30 warga yang sudah siap mendaftar atau mengajukan pemasangan PAM ke rumah masing-masing, sudah pernah dicek dan ditinjau tapi tidak ada tindak lanjutnya, padahal warga sudah siap mau membayardan tidak ngutang” ujarnya
lanjutnya “dengan susahnya memohon pemasangan jaringan PDAM, maka kami dengan warga membuat inisiatif dengan cara mengebor dengan swadaya masyarakat. Awal kita mengebor memakan biaya yang sangat besar. Untuk mengebor saja per meter Rp. 200.000,- x 80 m kedalaman, belum lagi untuk jaringan ke rumah-rumah. Setelah itu mengajukan permohonan bantuan ke kabupaten, dana turun sebesar Rp. 10.000.000,- untuk pembangunan jaringan dan Water Torn. Dan sampai sekarang sudah ada manfaatnya untuk masyarakat. Kita beri nama “Toya Kencana” dan sudah dikelola dengan baik sekaligus dibentuk keperngurusan”.
Pendapatan Kas RT bertambah
Sumarni petugas pencatat meteran saat ditemui menyampaikan “kami bekerja mengecek meteran ditiap rumah waga mulai dari berdirinya Toya Kencana ini sejak akhir tahun 2013, sampai sekarang sudah 43 rumah yang pasang. Kami harus mengecep sekali dalam satu bulan, tujuannya untuk mengetahui seberapa jumlah yang harus dibayar warga pemakai air”.

“Warga masyarakat dikenai biaya Rp. 1500 /meter kubik ditambah abonemen sebesar Rp. 5000,-. Untuk hasil pendapatan dari rekening air sampai akhir tahun 2014 sudah mencapai Rp. 6.414.250,-. Hasil ini bisa menambah pendapatan RT 06 RW 03 dan juga kami bisa mendapatkan pekerjaan tambahan”. jelasnya

Yatino teknisi PAM RT 06 RW 03 menyampaikan” dengan adanya PAM yang ada diwilayah RT 06 RW 03, kita selaku teknisi selalu mengontrol baik keadaan pipa jaringan, mesin pompa maupun water torn. Dan kedepannya rekontruksi pembagian air perlu diperbesar, kaena kedepannya akan lebih banyak pemakai air tersebut, sementara kita masih mempunyai water torn dengan daya tampung 3000 liter, dengan menggunakan pompa samersible, daya listrik 2200 watt. Untuk Pemasangan baru warga dikenai biaya sebesar Rp. 350.000,- fasilitasnya meteran, stop kran, dan pralon 1 batang”.

Pengguna air Giarti menyampaikan “ kami selaku warga masyarakat yang mendapatkan fasilitas air ini merasa senang, sehingga sudah tidak lagi mencari air yang sangat jauh dari rumah, itu saja kurang bagus airnya, apalagi dimusim kemarau kami sangat susah mendapatkannya. Air PDAM ada tapi kami bersama masyarakat yang di pelopori RT berusaha mau memasang tidak bisa, itu saja airnya keluar kalau malam dan tidak maksimal mengalirnya. Alhamdulillah dengan kepedulian ketua RT dan masyarakat mempunyai inisiatif untuk membuat PAM sendiri dengan cara mengebor sudah berhasil, walaupun kita bayar, kita tidak keberatan karena hasilnya juga untuk kas atau pendapatan RT, juga perawatan”