Pada Vaksinasi COVID-19 tahap kedua, pemerintah memprioritas kalangan masyarakat lanjut usia (lansia) yang berusia di atas 60 tahun ke atas. Lansia merupakan kelompok rentan, karena kekebalan tubuhnya pun menurun seiring bertambahnya usia.

Berdasarkan data, ada sekitar 10,7% kasus terkonfirmasi positif COVID-19 berasal dari lansia. Kasus pasien meninggal COVID-19 adalah kelompok lansia cukup besar, yaitu sebesar 48,3%. Masuknya lansia sebagai kelompok prioritas vaksinasi COVID-19 akan mengurangi angka keparahan gejala, mengurangi beban rumah sakit, termasuk menurunkan angka kematian akibat COVID-19.

Vaksin yang diberikan untuk lansia adalah vaksin Sinovac dengan kandungan yang sama dengan yang diberikan pada kelompok lain. Namun ada perbedaan pada interval antara dosis pertama dan dosis kedua. Pada kelompok umum pemberian dosis 1 dan dosis dua berjarak 14 hari, pada lansia interval tersebut diperpanjang menjadi 28 hari.

Persyaratan kesehatan juga tidak terlalu berbeda. Sebelum melakukan vaksinasi, kondisi tubuh peserta harus dipastikan dalam kondisi stabil atau tidak sedang sakit. Oleh karena itu, proses skrining diperketat mengingat lansia cenderung memiliki beberapa penyakit penyerta dibandingkan kelompok usia muda.

Mengacu pada Surat Keputusan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit nomor HK.02.02/4/4/2021 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi COVID-19 maka warga lansia yang akan mengikuti vaksinasi harus memenuhi sejumlah persyaratan sebagai berikut:

    1. Tidak pernah terinfeksi COVID-19.
    2. Tidak sedang dalam status kontak erat dengan suspek atau pasien COVID-19.
    3. Suhu tubuh di bawah 37,5 °C.
    4. Tekanan darah stabil, di bawah 140/90 mmHg.
    5. Tidak dalam kondisi hamil, menyusui, mengidap gejala ISPA dalam tujuh hari terakhir, memiliki riwayat alergi berat, penyakit ginjal, rematik, dan sakit saluran pencernaan kronis.
    6. Bagi pengidap Diabetes Melitus tipe 2, kadar gula darah harus dalam keadaan terkontrol yakni di bawah 58 mmol/mol atau 7,5%.
    7. Bagi pengidap HIV, viral load tidak terdeteksi, dan angka CD4 (ukuran sistem imun) harus diatas 200.
    8. Tidak memiliki penyakit paru (Asma, PPOK, atau TB). Pasien TB bisa mendapatkan vaksinasi jika telah mengonsumsi obat anti tuberkulosis selama paling tidak dua minggu.

Lansia dapat mendaftarkan diri untuk mengikuti vaksinasi COVID-19 melalui https://covid19.go.id/vaksinlansia

Sutinah I1F020009